Warga Surabaya Bantu Korban Erupsi Sinabung Lewat Sedekah

Berkolaborasi dengan mahasiswa Unair serta Masyarakat Relawan Indonesia, ACT Jawa Timur menggalang dana untuk korban terdampak erupsi Sinabung. Penggalangan dana dilakukan dengan kotak donasi serta berjualan pakaian murah.

Suasana di depan kantor ACT Jatim saat penggalangan dana serta penjualan pakaian, yang mana hasil penjualannya akan didonasikan ke ACT guna membantu masyarakat terdampak erupsi Sinabung. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Ada yang berbeda pada Kamis (23/8) di depan Kantor Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur yang terletak di Jalan Raya Gayungsari Barat, Surabaya. Di hari raya Muharram, ACT Jatim menggelar penampilan musik, penjualan pakaian murah, kegiatan di Lumbung Sedekah Pangan, serta penggalangan dana untuk korban becana erupsi Sinabung di Sumatra Utara. Kegiatan ini pun mendapatkan atensi dari warga sekitar serta penggunaan jalan. Dengan menggunakan masker sebagai langkah menjaga protokol kesehatan, kegiatan di Kamis pagi itu berjalan dengan lancar.

Berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, Komunitas Musik Unair serta Masyarakat Relawan Indonesia, kegiatan ini berlangsung dengan meriah. Warga sekitar dan pengguna jalan tertarik pada pakaian murah serta adanya rak sedekah pangan. Mahasiswa dan relawan pun bertugas menggalang dana melalui kotak sedekah serta penampilan musik.

Mashudi dari Tim Program ACT Jatim mengatakan, hasil penjualan pakaian murah serta penggalangan dana yang dilakukan di sekitar Kantor Cabang ACT Jatim dan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya akan disalurkan melalui ACT untuk diserahkan ke korban bencana erupsi Gunung Sinabung. Pasalnya, setelah erupsi besar yang terjadi beberapa waktu lalu, dampaknya masih dirasakan oleh warga.

“Saat ini warga di wilayah terdampak erupsi Gunung Sinabung membutuhkan bantuan pangan, masker, hingga air bersih untuk membersihkan wilayah serta menjaga kebersihan tubuh dari abu vulkanik,” jelas Mashudi.

Sementara itu, Jeremy Cristian dari BEM FPK Unair sekaligus Ketua KOSMIK Unair menuturkan, di masa pandemi Covid-19, ia dan komunitasnya merasa terpanggil untuk melakukan kegiatan kemanusiaan seperti ini. Hal tersebut karena mereka sebagai mahasiswa ingin terlibat langsung dalam proses aksi kemanusiaan, apalagi dengan memaksimalkan keterampilan mereka. “Dengan aksi ini, kami berharap masyarakat terdampak bencana di sana bisa berkurang bebannya,” ungkap Jeremy, Kamis (23/8).

Selain ancaman kesehatan akibat abu vulkanik, warga yang terdampak erupsi Sinabung, khususnya petani, juga harus terancam gagal panen karena tanamannya rusak. Untuk itu, ACT telah mengirimkan masker, air bersih, hingga bantuan pangan bagi warga di sana. Masyarakat luas pun bisa ikut berkontribusi untuk warga terdampak bencana. “Semua pihak bisa membantu dengan mengirimkan sedekahnya melalui BNI Syariah 6600000153 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Hal tersebut karena hingga saat ini mereka masih sangat membutuhkan bantuan,” ajak Mashudi.[]