Warung Kopi Harapan Keluarga Muntiah Mencari Sesuap Nasi

Stadion olahraga yang jadi tempat Muntiah (49) mencari rezeki, kini sepi sebab pembatasan sosial. Hal itu berdampak pada penghasilannya. Bahkan, ia sampai berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pandemi Covid-19 membuat pemasukan Muntiah turun sehingga sulit untuk memutar modal usaha warung kopinya.
Pandemi Covid-19 membuat pemasukan Muntiah turun sehingga sulit untuk memutar modal usaha warung kopinya. (ACTNews)

ACTNews, PALEMBANG – Sepuluh tahun lalu, Muntiah (49) memulai usaha warung kopi dari uang pinjaman keluarga. Sampai sekarang warung itu masih bertahan dengan menjual berbagai macam minuman selain kopi, cemilan, mi rebus, dan mi goreng.

Di depan Stadion Kamboja, Kota Palembang, jadi tempatnya menjajakan dagangan. Keriuhan penonton pertandingan olahraga membawa rezeki bagi warung Muntiah. Terkadang orang yang sekadar berolahraga di pagi hari juga sering berbelanja di tempatnya. Per hari, ia bisa memperoleh keuntungan hingga Rp50 ribu.

Namun, kondisinya kini sulit setelah pembatasan sosial. Para pelaku usaha yang bergantung pada jumlah pengunjung stadion pun kewalahan karena tak ada lagi pemasukan. Begitu juga dengan usaha Muntiah. Seringkali kondisi perekonomian keluarga hanya gali lubang tutup lubang. 

“Jangankan untuk (kembali modal) usaha, untuk makan keluarga saja harus mencari pinjaman,” cerita Muntiah dari Tim Global Wakaf-ACT Sumatra Selatan pada Rabu (5/5/2021) kemarin.


Muntiah saat ditemui Tim ACTNews. (ACTNews)

Padahal, selain memenuhi kebutuhan pangan, salah satu tujuan Muntiah berdagang adalah untuk mendorong anaknya bersekolah. Hingga kini seorang anaknya bahkan sudah menduduki perguruan tinggi. "Pendidikan anak saya lebih penting, nanti dia bisa angkat derajat orang tuanya," tutur Muntiah.


Ia pun sangat berharap bisa mendapatkan bantuan modal dan ilmu usaha untuk membuat perekonomian keluarga juga ikut naik.

Aris Lazuardi dari Tim Program Global Wakaf-ACT Sumatra Selatan mengajak masyarakat mendorong para pelaku usaha kecil agar bisa kembali bangkit. “Wakaf terbaik Anda akan kami kelola menjadi bantuan usaha untuk para pelaku usaha kecil dan menengah. Membangun satu kehidupan juga berarti menjaga kehidupan seluruh manusia. Mari bersama Global Wakaf-ACT membangun kehidupan yang lebih baik,” jelas Aris.[]