Waspada Banjir, Tiga Pintu Air di Jakarta Berstatus Siaga Satu

Tiga pintu air di Jakarta yakni pintu air Angke Hulu, Karet, dan Sunter Hulu memasuki status siaga satu atau awas pada Sabtu (20/2/2021) ini. Warga diimbau untuk waspada banjir.

Pintu air siaga waspada banjir Jakarta.
Ilustrasi pintu air Katulampa yang kini memasuki siaga 4. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sebanyak tiga pintu air di Jakarta memasuki status siaga 1 atau awas. Warga diimbau untuk waspada banjir pada Sabtu (20/2/2021) ini per pukul 8 pagi. Tiga pintu tersebut yakni pintu air Angke Hulu, Karet, dan Sunter Hulu.

Kemudian, satu pintu air berstatus siaga 2 yaitu pintu air Manggarai. Lalu empat pintu air dengan status siaga 3 di antaranya Pesanggrahan, Pasar Ikan, PA Marina, dan Cipinang Hulu. Sedangkan lima pintu air lainnya terpantau siaga 4, yakni Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Waduk Pluit, dan Pulogadung.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta pukul 06.00 WIB, pintu air Karet mengalami kenaikan status menjadi awas atau siaga satu dengan ketinggian 640 cm. Kemudian, pos pantau Sunter Hulu untuk aliran kali Sunter mengalami kenaikan status menjadi siaga satu dengan ketinggian air mencapai 300 cm.

BPBD Provinsi DKI Jakarta menyatakan setidaknya ada 193 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan, Timur, dan Barat banjir pada Sabtu hingga pukul 06.00 WIB, usai hujan merata sejak tengah malam tadi. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, memaparkan sebanyak 29 RW, terdiri dari 44 RT, terendam di Jakarta Selatan dengan ketinggian 40-150 sentimeter dan terdapat pengungsi sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 19 jiwa.


Salah satu kondisi banjir di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (ACTNews)

Sementara di Jakarta Timur, Sabdo menyebut ada 50 RW, terdiri dari 143 RT, terendam dengan ketinggian 40-180 sentimeter, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Di Jakarta Barat, sejumlah 4 RW dan 6 RT terendam.

"Secara keseluruhan, sebanyak 193 RT dari total 30.470 RT yang terdampak. Dan jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa. Selain itu, dapat kami sampaikan bahwa sejumlah wilayah yang masih terdampak tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan, serta luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur," kata Sabdo dalam siaran pers.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah bersiaga menghadapi potensi banjir yang terjadi di kawasan sejak Jumat kemarin. Hingga saat ini tim masih berada di wilayah sekitar Jabodetabek. “Beberapa regu saat ini sudah bersiaga di daerah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bekasi. Tim sudah dilengkapi dengan alat-alat rescue seperti perahu karet dan armada. Fokus kita saat ini masih kepada evakuasi warga-warga yang terdampak,” ujar Kusmayadi selaku Komandan Tim Tanggap Darurat ACT.


Dalam aksinya, tim juga terus dibantu sejumlah cabang ACT dekat lokasi banjir. “Kita berupaya terus memaksimalkan ikhtiar untuk meminimalisir dampak dari banjir kepada masyarakat. Dan kita berharap juga, kondisi ini dapat cepat berlalu dan berangsur pulih kembali,” harap Kusmayadi. 

Sebelumnya diberitakan tinggi muka air Bendungan Katulampa saat ini mencapai 100 sentimeter atau berada dalam status siaga 3 pada Jumat (19/2/2021) kemarin. Warga Jakarta diingatkan untuk waspada terhadap kiriman air 9-12 jam ke depannya hari itu. Data yang didapat dari ACT di lapangan saat ini, bendungan katulampa sendiri telah turun menjadi siaga 4 dengan tinggi muka air 60 sentimeter. []