Waspada Covid-19, MRI-ACT Kepri Sosialisasikan PHBS Bersama Amsa Uniba

ACT Kepulauan Riau bersama MRI menyosialiasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pelayanan kesehatan gratis di gelaran Tanjung Uma Islamic Fair di SDIT Mahabbatul Haq pada Ahad (15/3) lalu. Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan bersama Asian Medical Students Association (Amsa) Universitas Batam (Uniba).

Waspada Covid-19, MRI-ACT Kepri Sosialisasikan PHBS Bersama Amsa Uniba' photo
Pelayanan kesehatan gratis oleh ACT Kepri, MRI, dan Amsa Uniba kepada seorang siswi. (ACTNews)

ACTNews, BATAM – Aksi Cepat Tanggap bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kepulauan Riau memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan ini diselenggarakan di gelaran Tanjung Uma Islamic Fair di SDIT Mahabbatul Haq, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja pada Ahad (15/3) lalu.

Tim ACT Kepulauan Riau, MRI, bersama Asian Medical Students Association (Amsa) Universitas Batam (Uniba) melakukan pemeriksaan golongan darah untuk para siswa Sekolah Dasar. Selain pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan kesehatan gratis juga di lakukan dibantu tenaga medis dari Puskesmas Lubuk Baja, sembari melakukan pemeriksaan tim relawan AMSA Uniba melakukan penyuluhan mengenai PHBS, guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kita sengaja hadir di kegiatan ini untuk mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Apalagi saat ini kita sedang dihebohkan dengan penyebaran Covid-19. Harapannya dengan kegiatan ini, kita bisa mencegah penyebaran virus corona, khususnya di kota Batam,” ungkap Agus selaku Kepala Cabang ACT Kepulauan Riau.

Tim MRI dan ACT Kepulauan Riau juga memberikan edukasi pola hidup ala Rasulullah melalui dongeng. Antusias siswa SDIT Mahabbatul Haq sangat terlihat pada sesi dongeng ini.


Dongeng tentang PHBS kepada anak-anak. (ACTNews)

“Dongeng menjadi pilihan untuk memberikan edukasi kepada siswa usia sekolah dasar tentunya, karena dapat menarik perhatian melalui ekspresi pendongeng dan intonasi suaranya,” tambah Agus.

Covid-19 telah ditetapkan menjadi pandemi. ACT menyiapkan rangkaian aksi sebagai respons terhadap penyebaran Covid-19. Misalnya saja penyiapan Corona Crisis Center, pendistribusian bantuan pangan bagi masyarakat, dan penyuluhan kesehatan.


ACT juga membantu pencegahan dengan membagikan ratusan ribu masker gratis kepada publik di Bandara Soekarno Hatta dan WNI yang berada di Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Cina.
Penyuluhan juga terus dilakukan. Hingga Kamis (12/3), setidaknya 13.500 orang telah mendapatkan penyuluhan pencegahan penyebaran Covid-19 dari ACT. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan diluaskannya sosialisasi di luar Jakarta.

"Tim medis kami juga memberikan Training of Trainers di cabang-cabang ACT di seluruh Indonesia. Harapannya, penyuluhan ini dapat meluas hingga ke wilayah terpencil," kata dokter Muhammad Riedha Bambang dari tim medis ACT.  []


Bagikan