Waspada! Indonesia Terancam Gelombang Ketiga Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan mengungkapkan Indonesia terancam mengalami gelombang ketiga Covid-19.

Waspada! Indonesia Terancam Gelombang Ketiga Covid-19
Ilustrasi. Humanity Medical Services ACT sedang melakukan rujukan pasien ke RSDC Wisma Atlet Jakarta. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Penambahan kasus aktif Covid-19 di Indonesia memang tengah melandai. Pada Kamis (21/10/2021), Indonesia hanya mencatat 633 kasus tambahan baru. Penambahan kasus baru itu menjadikan total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 4.237.834 kasus.

Namun, di tengah kasus Covid-19 yang melandai, Indonesia terancam mengalami gelombang ketiga Covid-19. Hal ini diungkapkan panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dicky Budiman, yang menyebut gelombang ketiga Covid-19 terjadi akhir Desember 2021, jika banyak pelonggaran aktivitas yang tidak dibarengi protokol kesehatan dan skrining ketat.

“Bicara setiap gelombang (Covid-19) tentu multifaktor, tetapi yang utama adalah adanya kelompok masyarakat yang rawan atau belum memiliki imunitas, artinya dia belum divaksin atau belum menjadi penyintas,” tutur Dicky, Senin (18/10/2021).

Pria yang sekaligus Epidemiologi dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, ini mengungkapkan, masih ada 50 persen penduduk Indonesia yang masuk kategori rawan Covid-19. Adapun, berkaca pada Singapura dengan cakupan vaksinasi tinggi, namun penambahan kasus masih bisa melonjak.

"Singapura saja itu delapan persen yang penduduknya belum divaksinasi penuh saja masih bisa meledak apalagi kita, jadi itu yang membuat potensi gelombang ketiga atau gelombang berikut itu menjadi tetap besar," tegas Dicky.

Hal senada juga diungkapkan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, yang meyakini gelombang ketiga Covid-19 akan menghantam Indonesia. Nadia beralasan ini didasari dari pengalaman Amerika Serikat dan negara di Eropa.

"Kita melihat gelombang ketiga sesuatu yang niscaya pasti terjadi. Kenapa? karena banyak negara mengalami gelombang ketiga, seperti Inggris dan Amerika Serikat dimana mereka memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi, juga memiliki tingkat prokes yang sudah baik," tutur Nadia, Kamis (21/10/2021).

Nadia menambahkan, salah satu penelitian jurnal ilmiah merilis bahwa sifat Covid-19 akan menimbulkan gelombang berkali-kali. “Jadi tidak cukup dengan satu gelombang dan sudah mencapai puncaknya. Kemudian turun, seperti yang saat ini kita alami. Artinya kemudian ada serangan, pandemi ini selesai,” tambah Nadia.[]