WCS Indonesia Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa Lombok

Berkolaborasi dengan ACT, WCS Indonesia membagikan 120 paket pangan dan sanitasi, 110 paket sekolah, 35 unit hunian, 1 unit masjid, 6 ruang kelas sekolah, dan 40 unit MCK untuk penyintas gempa Lombok.

WCS Indonesia Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa Lombok' photo
WCS Indonesia dan ACT NTB secara simbolis menyerahkan bantuan hunian nyaman dan pangan kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur, mewakili masyarakat Lombok Timur. (ACTNews)

ACTNews, LOMBOK TIMUR - Lebih dari setahun pascabencana gempa yang memporak-porandakan Pulau Lombok, kepedulian masih terus mengalir untuk warga yang terdampak gempa. Salah satunya datang dari Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia. Berkolaborasi dengan ACT, WCS Indonesia membagikan 120 paket pangan dan sanitasi, 110 paket sekolah, 35 unit hunian, 1 unit masjid, 6 ruang kelas sekolah, dan 40 unit MCK untuk penyintas gempa Lombok pada Senin (23/12). 

Country Director WCS Indonesia Noviar Andayani bersyukur atas kolaborasi yang berjalan untuk membantu warga terdampak gempa Lombok. “Saya ingin menyampaikan  penghargaan kami atas kerja sama dan dukungan kepada semua pihak atas selesainya kegiatan pembangunan infrastruktur dan bantuan kepada korban gempa yang ada di 3 desa di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Apresiasi dan penghargaan kami sampaikan juga kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB yang telah merealisasikan semua bantuan yang kami salurkan dengan baik dan berjalan lancar. Semoga dengan dukungan ini masyarakat dapat kembali beraktifitas dan menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih baik, nyaman, dan aman,” ungkap Noviar. 

WCS Indonesia adalah salah satu NGO yang bergerak di bidang pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia. Menurut Noviar, NTB merupakan salah satu lokasi di mana WCS bekerja untuk isu-isu perikanan dan kelautan. Program-program utamanya antara lain Pengelolaan Kawasan Konservasi, Perikanan Berkelanjutan, dan Pengelolaan Hiu Pari. 

“Sejak 2012, kami bekerja di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Salah satunya di Kabupaten Lombok Timur, bersama dengan DKP Provinsi dan DKP Kabupaten, Akademisi/Universitas, UPT Pusat/Daerah, Pemerintah Desa, kelompok masyarakat, dan Pokmaswas. Kegiatan yang kami lakukan pada dasarnya adalah mendukung pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya pencapaian program-program pengelolaan sumber daya secara  berkelanjutan,” terang Noviar.

Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian berterima kasih atas kepedulian WCS Indonesia dalam membantu warga Lombok, khususnya warga Sambelia yang terdampak gempa setahun yang lalu. “Bantuan berupa hunian nyaman, masjid, sekolah, dan MCK adalah yang paling dibutuhkan warga Sambelia. Hal ini mengingat gempa menghancurkan banyak tempat tinggal warga, sekolah, dan masjid,” ujar Alfian.

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh bapak Sekda Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Rohman Farly. Mewakili masyarakat Lombok Timur, Rohman menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan WCS melalui ACT NTB. “Bencana setahun silam banyak meninggalkan duka mendalam kepada warga Sambelia. Banyak rumah yang hancur, fasilitas ibadah, sekolah, dan fasilitas umum lainnya yang rusak,” tutur Rohman.

Ia juga mengapresiasi tinggi ACT yang telah banyak membantu warga Lombok untuk hidup mandiri kembali. Sebulan yang lalu, ACT juga baru meresmikan bantuan sumur dalam dengan jaringan pipanisasi di Sembalun, Lombok Timur.[]

Bagikan