Wujud Rasa Syukur, FTI UMI Gelar Dapur Qurban

Dapur Qurban menjadi kesempatan berbagi kepada masyarakat prasejahtera yang belum tentu setiap tahun dapat merasakan nikmatnya hidangan sapi.

Wujud Rasa Syukur, FTI UMI Gelar Dapur Qurban' photo

ACTNews, MAKASSAR – Seribu paket makanan hasil olahan daging kurban khas Makassar tengah disajikan di Dapur Qurban, Selasa (13/8) itu. Toppa Lada, Sate, Konro menjadi menu yang diramu untuk santap bersama saat siang hari itu.

Bertepatan dengan hari tasyrik kedua, Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI–UMI) bersama Yayasan Aksi Cepat Tanggap menggelar Dapur Qurban bertema “Berkahnya Makan Bersama” di Plaza FTI UMI,  Kota Makassar.

Sejak pukul 05.00 WITA, Relawan FTI UMI dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Regional Sulawesi Selatan melakukan persiapan. Pagi pun berlanjut, penyembelihan seekor sapi kurban dilakukan. Penyembelihan disaksikan oleh Dekan FTI UMI Dr. Ir. H. Zakir Sabara dan Kepala Cabang Global Qurban-ACT Sulawesi Selatan Faizal Agunisman.


Faizal mengatakan, Dapur Qurban adalah program yang disajikan untuk merangkul masyarakat prasejahtera. Menurut Faizal, masyarakat tersebut belum tentu dapat merasakan hidangan daging kurban selain pada hari raya Iduladha. Sebab itu, Dapur Qurban diinisiasi sebagai acara makan bersama.

“Alhamdulillah, program Dapur Qurban yang digelar tahun lalu di Jakarta bersama Pemprov DKI dan ACT, kami coba aplikasikan di Makassar. Gagasan gerakan kebaikan tersebut disambut baik oleh pihak kampus FTI UMI. Dalam program ini, kami mengajak masyarakat prasejahtera untuk ikut makan bersama daging qurban,” jelas Faizal.

Faizal juga menegaskan, hadirnya Dapur Qurban dapat memudahkan dan meringankan masyarakat sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya lebih untuk mengolah daging kurbannya.


Dalam rilisnya, Dekan FTI UMI Dr. Ir. H. Zakir Sabara menerangkan, ACT dan FTI UMI memiliki visi misi yang sama dalam hal kemanusiaan.

“Tagline Sharing Is Caring yang melekat dengan FTI UMI sebagai gambaran visi dan misi kampus yang peduli akan hal kemanusiaan menjadikan kami sangat tertarik terhadap program ini,” terang Zakir.

Zakir, mewakili pihak kampus berharap, akan lebih banyak pihak yang ikut bergerak dalam gerakan kebaikan ini. Menurut Zakir, kegiatan ini juga ditujukan sebagai edukasi kepada warga kampus. Selain itu, Dapur Qurban juga menjadi wujud syukur kepada Allah.

“Kita harus semakin peduli terhadap permasalahan kemanusiaan di sekitar kita. Dapur Qurban juga sebagai wujud berkahnya makan bersama dan penyambung tali silaturahmi. Mungkin selama ini, kita belum mengenal lebih dekat tetangga kita,” ungkap Zakir.

FTI UMI mengamanahkan enam ekor sapi kurban dari staf dan dosen FTI UMI kepada Global Qurban-ACT. Lima ekor lain disalurkan untuk masyarakat di daerah nusantara yang membutuhkan, sedangkan satu ekor disembelih di area kampus untuk program Dapur Qurban.

Tahun sebelumnya, FTI UMI menyerahkan enam ekor sapi kepada ACT untuk disalurkan kepada korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Dalam acara ini hadir pula Kepala ACT Indonesia Timur Syahrul Mubaraq, Ketua Yayasan Wakaf UMI Mukhtar Noer Jaya, Rektor UMI Prof. Dr. Basri Moddin dan jajarannya.[]

Bagikan