Wujudkan Pengabdian Masyarakat, MRI-ACT Gelar Humanity Camp Chapter Campus I

Humanity Camp chapter Campus diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian masyarakat. Peran mahasiswa sebagai relawan dirasa perlu dalam hidup bermasyarakat.

Suasana apel pagi menjelang pembukaan Humanity Camp Chapter Campus (HCC) I (ACTNews/Naufal Al Hijri)

ACTNews, KABUPATEN SEMARANG Sebagaimana fungsi tri dharma perguruan tinggi poin ketiga, yakni pengabdian masyarakat, Humanity Camp Chapter Campus (HCC) I  diselenggarakan Masyarakat Relawan Indonesia – Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) di Jawa Tengah akhir September lalu.

HCC merupakan salah satu program pelatihan yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kerelawanan serta kemanusiaan kepada mahasiswa. Sebagai sosok agen perubahan, para mahasiswa aktivis kampus diharapkan mampu menjadi penggerak jiwa-jiwa kedermawanan di lingkungan kampus dan di tengah masyarakat.

Acara yang dilaksanakan Sabtu (28/9) dan Ahad (29/9) lalu diikuti 46 mahasiswa dari berbagai universitas negeri maupun swasta di Semarang. Berlokasi di Wisata Alam Wana Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, seluruh peserta dilatih sebagai relawan.


Relawan menerima materi terkait program-program ACT dalam Humanity Camp chapter Campus I di Wisata Alam Wana Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (ACTNews/Rastya Sekar)

“Materi yang kita sampaikan adalah orientasi menumbuhkan jiwa kerelawanan, kemudian total manajemen bencana terkait aksi penyelamatan saat bencana alam, pengenalan program dan asesmen di lapangan, dan projek sosial untuk masyarakat dan yang terakhir berkaitan dengan kemitraan filantropi,” terang Ketua MRI-ACT Jawa Tengah Giyanto.

Bukan hanya teori, peserta juga dipandu untuk melakukan focus group discussion secara berkelompok dan praktik langsung ke masyarakat. “Alhamdulillah kita sudah melaksanakan humanity camp goes to campus untuk yang pertama kali di Indonesia. Harapan kita, generasi muda ini bisa betul-betul menjadi seorang relawan tangguh yang mampu menjadi solusi bagi persoalan masyarakat dan juga mampu menjadi motor penggerak bagi generasi muda lain untuk menyambut kebermanfaatan di masyarakat,” lanjut Giyanto.  

Sementara itu, Andri Perdana sebagai Kepala Akademi Relawan Indonesia, dalam kegiatan ini juga berpesan, agar ilmu yang didapatkan dalam HCC segera digunakan di kehidupan sosial bermasyarakat. “Peserta dari setiap kampus secara berkelompok akan melanjutkan penugasan berupa Kuliah Kerja Relawan (KKR) di masyarakat sekitar kampusnya. Sehingga, aktivitas kerelawanan terus berkesinambungan dan dapat mewujudkan cita-cita tri dharma perguruan tinggi,” jelas Andri.

Andri berharap, bersama MRI-ACT, kegiatan HCC ini masih akan berlanjut di kota-kota lain di Indonesia. “Dengan banyak cendekiawan muda dari kampus yang mengambil peran sebagai relawan dan menggerakkan kepedulian di masyarakat, kita berharap ada perubahan yang signifikan untuk memperbaiki kondisi masyarakat di Indonesia,” pungkasnya.[]