Yaman Guru Honorer di Sukabumi Jual Sandal untuk Tambah Penghasilan

Untuk menambah penghasilan, Yaman guru honorer di Kabupaten Sukabumi berjualan sandal keliling. Baginya, gaji sebagai guru honorer tidak ternilai hingga wafat nanti.

guru honorer yaman
Yaman (kanan) saat menerima bantuan paket pangan dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SUKABUMI – Musim hujan menjadi masa sulit bagi Yaman, seorang guru honorer salah satu sekolah dasar di Desa Gunung Kramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya ia sering tidak bisa berjualan lantaran hujan. 

Yaman berjualan sandal keliling dari satu desa ke desa yang lain. Di wilayahnya, banyak jalan desa masih berupa tanah dan bebatuan kerikil. Sehingga akan berbahaya jika dilintasi. 

“Sukabumi kan daerah pegunungan, naik turun bukit dan kadang kiri atau kanan jalan jurang. Kalau hujan, licin dan rawan terpeleset. Jadi saya tidak bisa berjualan,” ujar Yaman saat ditemui tim ACT Kabupaten Sukabumi,  Rabu (1/12/2021) pekan lalu. 

Usaha berjualan sandal Yaman lakukan untuk menambah penghasilan. Selama tiga tahun mengajar, gajinya sebagai guru honorer Rp400 ribu per bulan. Meski dengan gaji sejumlah itu, Yaman mengaku tidak ingin meninggalkan profesinya sebagai guru. 

“Jualan sandal untungnya Rp25 ribu sampai Rp30 ribu sehari. Jadi guru itu untungnya sampai mati, karena kita memberikan ilmu yang insyaallah bermanfaat bagi siswa di masa depan nanti. Jadi tidak ternilai uang,” ungkap Yaman. 

Mendukung perjuangan Yaman, Global Zakat-ACT memberikan bantuan paket pangan, Rabu (1/12/2021). Selain paket pangan, bantuan berupa biaya hidup juga turut diberikan.[]