Yaman, Negara Peringkat Pertama Krisis Kemanusiaan

Yaman telah menduduki peringkat pertama krisis kemanusiaan dan krisis kelaparan di dunia dalam beberapa dasawarsa terakhir. Di tahun ini juga, kelaparan masih mengancam ratusan ribu jiwa masyarakat Yaman.

Selain menderita karena konflik, kelaparan juga turut mengancam warga Yaman. (ACTNews)

ACTNews, YAMAN – Krisis kemanusiaan yang menimpa Yaman sejak tahun 2014, meluluhlantakkan seluruh harapan rakyatnya dalam sekejap. Diperkirakan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa  (OCHA), jumlah warga yang meninggal dunia karena krisis kemanusiaan mencapai 223 ribu orang sampai tahun 2020. Yaman sampai saat ini juga menduduki peringkat pertama sebagai negara krisis kemanusiaan di dunia berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Karena konflik ini, PBB juga menyebut Yaman berada dalam krisis kelaparan terparah di dunia, yang tidak pernah terjadi dalam beberapa dasawarsa terakhir. Imbasnya, sebanyak 400.000 balita di Yaman terancam meninggal dunia tahun ini sebab dilanda kelaparan.

Kondisi ekonomi, sosial dan politik yang tak stabil, membuat warga Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sementara bantuan kemanusiaan yang bisa disediakan pun masih terbatas. Seperti kekecewaan yang diungkap Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas hasil konferensi donor yang digelar pada Maret 2021. Bantuan dari konferensi sejumlah negara maju itupun, dinilai masih kurang dari setengah yang dibutuhkan oleh Yaman.

Untuk itu Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat Yaman yang terdampak. Said Mukaffiy dari Global Humanity Response (GHR)-ACT menyampaikan, kondisi krisis kemanusiaan di Yaman harus segera teratasi secara maksimal.

“Kami sadar, kondisi Yaman sudah terjadi sejak 2014 lalu, ditambah pandemi Covid-19 membuat semuanya semakin rumit dan tidak stabil. Namun, kita yang berada di Indonesia dengan segala nikmat yang diberikan Allah SWT, sudah seharusnya untuk selalu berpegangan tangan bersama rakyat Yaman,” ucap Said.

Said berharap agar para dermawan di Indonesia dapat terus berperan aktif membantu saudara sesama di Yaman. “ACT memiliki berbagai program untuk membantu Yaman kembali bangkit. Dalam waktu dekat di momen Iduladha mendatang, kami berencana mengirimkan bantuan pangan berupa daging kurban melalui Global Qurban-ACT. Tak lupa juga berbagai program pemulihan kami ikhtiarkan melalui Global Wakaf-ACT, khususnya pembangunan gudang pangan dan Sumur Wakaf,” ucapnya. []