Yayu Yulita: Kebahagiaan Sedekah Itu Nagih

Melihat orang lain bahagia dapat menggunakan sedekah yang diberikan, merupakan kebahagiaan juga bagi Yayu Yulita selaku pemilik merek fesyen muslim Yasmeera. Di samping itu, keberkahan juga dirasakannya sehingga ia sering mengulang sedekahnya bahkan mengajak para pengguna produknya untuk bersedekah.

Yayu Yulita ketika ditemui Tim ACTNews selepas peluncuran marketplace Pasar Sedekah. (ACTNews/Yudha Hadisana)

ACTNews, JAKARTA – “Sedekah itu nagih,” kata Yayu Yulita ketika ditanya kenapa dia sering membantu orang lain lewat merek fesyen muslim, Yasmeera. Bersedekah memberikan kesenangan tersendiri bagi Yayu apalagi ketika melihat para penerima manfaat senang dengan kebermanfaatan sedekah yang ia berikan.

“Kalau menurut saya kebahagiaan itu bukan saya bisa membeli barang-barang tertentu, tapi melihat orang lain yang kita bantu dan berguna buat mereka. Jadi itu yang membuat senang, yang bikin nagih itu. Jadi pengen lagi, pengen lagi,” ujar Yayu selepas peluncuran marketplace Pasar Sedekah dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Selasa (22/12) kemarin.

Selain itu, Yayu juga merasa sering dimudahkan dalam usahanya bersama sang suami yang telah ia rintis sejak tahun 2015 lalu itu. “Banyak sekali kenikmatan yang kami rasakan terutama kemudahan dari Allah SWT dan selalu ada saja pertolongan dari Allah SWT. UMKM itu rumit dan banyak ribetnya. Tapi Allah itu selalu mendatangkan pertolongan atau kemudahan. Seperti tidak ada masalah, padahal masalah banyak,” ujar Yayu.


Yayu seringkali bekerja sama dengan ACT maupun Global Wakaf untuk menyalurkan sedekahnya. Ia mulai berkenalan dengan ACT di tahun 2019 untuk pendistribusian bantuan musim dingin Palestina. Kala itu, sebanyak Rp10 ribu dari setiap pembelian produk dari Yasmeera disalurkan untuk membantu masyarakat di Palestina menghadapi musim dingin. Kemudian sedekah itu pun berlanjut.

“Alhamdulillah dalam satu pekan dari penjualan baju tersebut terkumpul Rp30 juta. Kemudian setelah itu kan sedekah itu nagih. Kami minta kerja sama ke Global Wakaf – ACT untuk wakaf. Yang pertama itu Sumur Wakaf di Sulawesi, untuk korban tsunami. Yang kedua itu di Muara Gembong, Bekasi, yang kemarin pas peresmiannya saya sempat melihat ke sana. Yang ketiga sekarang sedang implementasi sekitar 25% di Tangerang,” jelas Yayu.

Ketika implementasi ketiga Sumur Wakaf itu selesai, Yayu masih merasa ingin membantu lebih banyak orang lagi. Ia kemudian menghubungi tim Global Wakaf untuk mencarikannya daerah yang membutuhkan. Tim kemudian merekomendasikan sebuah musala yang hampir ambruk di Muara Gembong dan Yayu melihatnya sendiri saat kunjungan peresmian Sumur Wakaf di sana.


Bangunan depan Musala Assyuqron, Muara Gembong. (ACTNews)

Assyuqron namanya, adalah sebuah musala di Kampung Biyombong RT 001, Desa Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi. Di tempat itu kegiatan keagamaan hingga Taman Pendidikan Alquran turut menggaungkan syiar agama dan merekatkan solidaritas jemaah. Namun sayangnya bangunan musala ini sudah hampir ambruk termakan usia. Atap yang rentan roboh dan tembok berlubang sangat mengkhawatirkan tidak hanya bagi jamaah yang sedang melaksanakan salat, namun juga bagi anak-anak yang sedang belajar Alquran.

Meski tak punya cukup dana, mereka gunakan kayu seadanya agar Alquran dan buku-buku agama dapat tersimpan rapi dan bermanfaat bagi banyak orang. Bahkan demi menjaga semangat anak-anak tetap mengaji, mereka membuat meja sederhana dari kayu peti jenazah dan papan penyanggah liang kuburan. Melihat itu, Yayu pun tergerak membantu.

“Nah waktu ke Muara Gembong itu saya melihat, ternyata memang benar musala itu mau roboh. Akhirnya bismillah, kami mengajak semua sahabat dan customer Yasmeera, untuk sama-sama beramal jariah untuk menegakkan kembali Musala Assyuqron. Insyaallah mohon doanya, semoga bulan Maret 2021 campaign kami sekitar Rp315 juta terkumpul,” kata Yayu. []