YBM BRI Malang Gencarkan Disinfeksi di Puluhan Masjid Binaan

Penyemprotan disinfektan bersama ACT Malang ini merupakan bentuk upaya partisipasi YBM BRI Malang untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah corona.

Tim Satgas Covid-19 ACT Malang usai melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah masjid binaan YBM BRI Malang. (ACTNews/Saiful Anam)

ACTNews, MALANG - Penyebaran wabah corona di Kota Malang mulai meluas. Hingga Rabu (15/04) sudah ada 8 orang yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Dengan adanya kasus positif corona, Malang pun ditetapkan sebagai zona merah.

Menanggapi kondisi tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI Malang berkolaborasi dengan ACT melakukan sosialisasi dan disinfeksi di 10 titik masjid yang menjadi binaan YBM BRI Malang dan satu sekolah. Beberapa lokasi tersebut meliputi Masjid Baiturrohman di Jl. Martadinata No. 80 Kota Malang yang merupakan masjid di dalam kompleks perkantoran BRI Malang, Masjid Noor di Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Masjid As- Sakinah di Bendungrejosari Kota Malang, serta titik masjid di sekitar kantor BRI Malang.

Sebelum melakukan penyemprotan, tim Satgas Covid-19 ACT Malang memberikan sosialisasi cara pembuatan larutan disinfektan sehingga bisa melakukan disinfeksi secara mandiri. Selain itu ACT Malang juga memberikan satu set perlengkapan APD dan alat semprot kepada YBM BRI Malang sebagai perlengkapan untuk digunakan saat melakukan penyemprotan secara mandiri di masjid-masjid binaan mereka.

Penyemprotan disinfektan bersama ACT Malang ini merupakan bentuk upaya partisipasi YBM BRI Malang untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah corona. Dengan demikian, diharapkan tidak ada penambahan lagi pasien yang positif Covid-19. “Harapannya sosialisasi dan penyemprotan disinfektan ini bisa mengedukasi masyarakat sekitar agar bisa melakukan disinfeksi mandiri,” ujar M. Ainun Najib selaku  Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Malang.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Malang Diki Taufik Sidiq menyampaikan, kolaborasi bersama YBM BRI Kanwil Malang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Malang. “Harapannya kolaborasi ini dapat berlanjut untuk program-program kemanusiaan lainnya, sehingga dapat menebarkan manfaat lebih luas lagi,” tutup Diki. []