YBM PLN Pusmanpro dan ACT Wujudkan Rumah Layak Huni di Semarang

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) hadir dengan bantuan bedah rumah untuk keluarga prasejahtera di Semarang. Kerja sama program Bedah Rumah ini merupakan implementasi dari dana zakat karyawan YBM PLN Pusmanpro di area Kota Semarang yang diimplementasikan oleh ACT Jawa Tengah.

YBM PLN Pusmanpro dan ACT Wujudkan Rumah Layak Huni di Semarang' photo
Serah terima rumah kepada salah satu penerima manfaat. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) masih ada sekitar 8 ribu rumah yang tergolong dalam Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah kota Semarang. Sebagai ikhtiar membersamai peran pemerintah dalam mengatasi permasalahan itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) hadir dengan bantuan bedah rumah untuk keluarga prasejahtera di Semarang.

Pada permulaan program ini, tim sudah merampungkan bedah rumah sebanyak tiga unit yang diresmikan langsung oleh General Manager PLN Pusmanpro Muhammad Dahlan Djamaluddin. Sementara itu pihak ACT diwakili oleh Giyanto selaku Kepala Cabang ACT Jawa Tengah pada Selasa (24/11) lalu.

Kerja sama program Bedah Rumah ini merupakan implementasi dari dana zakat karyawan PLN YBM PLN Pusmanpro di area Kota Semarang yang diimplementasikan oleh ACT Jawa Tengah. “Mudah-mudahan implementasi dana zakat ini dapat bermanfaat dan semakin mendekatkan diri pada Allah Ta’ala baik bagi mustahik maupun muzakki,” ungkap Dahlan.


Adapun rumah yang berhasil direnovasi milik warga bernama Nur Halimah di Kampung Banjar No 640 C, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara. Kedua, kediaman milik Suhardi yang berada di Kampung Kalilangse, Kecamatan Gajahmungkur. Selanjutnya rumah milik Irma berlokasi di Kampung Tegalsari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Giyanto mengungkapkan program bedah rumah ini sudah menjadi agenda rutin ACT bersama mitra-mitra loyal baik institusi, komunitas ataupun penggalangan dana publik. “Pada tahun 2020 ini, alhamdulillah sebanyak sembilan rumah tidak layak huni berhasil kita tangani. Ada yang sifatnya renovasi, ada pula yang membangun ulang dari nol karena kondisi yang sudah rusak parah,” imbuh Giyanto.

Giyanto menyampaikan bahwa ACT Jateng turut berbahagia karena dapat menjadi solusi dari problematika sosial di masyarakat. “Dengan melibatkan berbagai pihak untuk membangun kepedulian baik penyaluran dana zakat, infak maupun sedekah tim ACT terus berkomitmen mendampingi peran pemerintah dalam memperbaiki bangsa ini. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam program ini melalui Indonesia Dermawan atau transfer langsung ke rekening BNI Syariah di nomor 99 0000 319 atas nama Yayasan Global Zakat,” lanjut Giyanto. []

Bagikan

Terpopuler