Yusnidar Cari Cara Kembangkan Usaha Sejak Hijrah ke Ibukota

Yusnidar kembali ke Jakarta setelah terjadinya konflik sosial di tempat ia merantau di Papua. Di ibukota, ia merintis kembali usaha untuk menghidupi diri serta beberapa anaknya.

bantuan modal muara kamal
Dengan bantuan modal, Yusnidar berharap ke depannya ia dapat membeli gerobak agar dapat menjangkau lebih banyak orang. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sewaktu terjadi konflik sosial di Papua pada tahun 2018, Yusnidar memilih langsung hijrah ke Jakarta. Suami Yusnidar memilih bertahan di Papua, sedangkan ia tinggal di dekat  ketiga anaknya di Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Pekerjaan pabrik menjadi cara Yusnidar memulai perjuangan baru di ibukota. Pekerjaan awal itu tidak bertahan lama melainkan hanya 8 bulan. “Setelah itu, saya terpikir untuk membuka usaha sarapan pagi seperti ketoprak, lontong sayur, dan gorengan,” ujar Yusnidar ketika ditemui Rabu (20/10/2021) lalu.

Ia mulai mengolah sarapan sejak jam 3 pagi, setelah itu mengangkat meja menuju tempat berjualan yang berjarak 10 meter dari kontrakan tempat ia tinggal. Sempat ia berutang untuk modal, tetapi saat ini utangnya sudah ia lunasi. Sehingga ia hanya tinggal memutar modal yang ia dapatkan setiap hari.

“Kalau sebelum pandemi, rata-rata saya bisa dapat penghasilan kotor Rp400 ribu dalam satu hari. Itu dagangnya dari sekitar jam 6 sampai jam 11 siang,” cerita Yusnidar.


Tetapi Yusnidar mengaku penghasilan yang ia dapatkan makin menurun setelah datang pandemi. Sementara ia masih harus membantu kebutuhan dari dua orang anaknya yang belum berkeluarga, serta kebutuhan sehari-hari Yusnidar sendiri. “Sekarang penghasilan untuk kebutuhan sendiri sama keluarga. Suami sampai sekarang juga belum pulang dari Papua,” kata Yusnidar.

Global Wakaf-ACT berikhtiar membantu usaha Yusnidar untuk mengembangkan usaha dengan memberikannya bantuan modal usaha serta pendampingan lewat program Wakaf UMKM. Yusnidar memang sejak lama ingin mengembangkan usaha agar bisa lebih mudah menjangkau pelanggan.

“Alhamdulillah terima kasih, mudah-mudahan dari sini bisa terus berkembang. Rencananya nanti kalau ada rezeki mau beli gerobak, supaya enggak perlu lagi angkat-angkat meja,” ungkap Yusnidar. []