Zain Kembali Berkurban untuk Teman-Temannya di Palestina

Kini, sudah satu beranjak, artinya Hari Raya Iduladha akan kembali tiba. Zain yang sudah berusia 7 tahun dan duduk di kelas satu bangku sekolah dasar (SD) pun kembali bercerita tentang Palestina.

News, BANJARMARSIN - Masih ingat tentang bocah cilik bernama Ahmad Yusuf Zain atau yang biasa disapa Zain? Ia adalah bocah cilik asal Kota Banjarmasin yang dua tahun belakangan mengaku sangat mencintai Palestina. Bocah cilik yang bahkan pernah tunaikan kurban untuk teman-temannya di Palestina. 

Ya, masih teringat betul kala Zain berceloteh tentang alasannya berkurban untuk Palestina pada Iduladha 2018 lalu. Menurut cerita yang diperoleh Zain, teman-temannya di Palestina tidak pernah memakan daging, terutama saat merayakan Iduladha. 

“Di Palestina tidak ada makanan, tidak ada daging, tidak ada kurban. Teman-teman juga tidak punya mainan, tidak punya rumah pula,” terang Zain setahun silam (2018). 

Kini, sudah satu tahun beranjak, artinya Hari Raya Iduladha akan kembali tiba. Zain yang sudah berusia 7 tahun dan duduk di kelas satu bangku sekolah dasar (SD) pun kembali bercerita tentang Palestina.

Kamis (1/8), Zain bercerita langsung kepada tim Global Qurban-ACT Kalimantan Selatan tentang kurban domba yang telah ditunaikannya. “Kemarin beli domba Gaza untuk kurban di Palestina. Biar teman-teman merasakan makan daging,” kata Zain.

Seraya bercerita, Zain sempat mengenalkan koleksi pesawat kesukaannya. Salah satunya yakni pesawat Emirates milik sebuah maskapai penerbangan yang berpusat di Bandar Udara Internasional Dubai. Kata Zain, pesawat tersebut salah satu pesawat yang bisa ditumpanginya untuk menuju Palestina. 

“Iya, saya mau ke Palestina. Mau kasih banyak mainan miki Zain sendiri,” ungkap Zain lugas. 

Sementara sang Ibunda, Yuliharti, mengungkapkan keinginan Zain untuk pergi ke Palestina tidak pernah pudar. Terbukti Zain selalu antusias ketika mendengar kabar tentang teman-temannya di Palestina. Juga terbukti kala Zain begitu semangat untuk kembali menunaikan kurban untuk Palestina. 

“Tapi belakangan, semangat dia tidak hanya terlihat untuk membantu teman-teman sebayanya, bahkan juga untuk orang dewasa. Terutama saat Zain bertemu dengan seorang syekh yang datang langsung dari Palestina untuk berdakwah. Dia bilang, syekh itu adalah keluarganya hanya karena sempat datang ke rumah,” papar Yuliharti. 

Semakin hari, keinginan dan keberanian Zain semakin kuat untuk pergi ke Palestina. Sebagai orang tua, kata Yuliharti, dirinya memiliki keinginan besar untuk mewujudkan mimpi Zain pergi ke Palestina. Yuliharti pun meminta masyarakat Indonesia turut mendoakan dan mendukung Zain agar mimpinya bisa segera tercapai.

“Rezeki pasti Allah kasih. Zain punya niat baik, dari dulu dia ingin berbagi dengan teman-temannya di Palestina. Insyaallah, kapan waktunya kalau memang direstui, Allah akan datangkan. Mohon doa dan dukungannya kepada semua, semoga mimpi Zain dapat tercapai” tutur Yuliharti. []