Zakat Dermawan Bantu Guru Ngaji Lanjutkan Pendidikan Anak

Bea pendidikan Indonesia (BPI) kuatkan perjuangan Isna Rohayati, guru ngaji di Pontianak, melanjutkan pendidikan putrinya yang berusia 11 tahun.

syifa saat hendak sekolah
Syifa (kanan) anak Isna Rohayati tengah menyiapkan buku-buku sekolah. (ACTNews)

ACTNews, PONTIANAK  – Fisik yang tidak lagi sehat, membuat Isna Rohayati harus mengundurkan diri sebagai karyawan satu perusahaan ekspedisi kapal laut. Meski bekerja selama 20 tahun, uang pesangon dari pekerjaannya tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anaknya, Syifa Mutmainnah (11).  

Sebagai tenaga kontrak, gaji yang diterima Isna tidak seberapa. Bagi Isna, hal tersebut lebih baik, daripada menganggur. Sebagian besar pesangon yang didapat digunakan untuk berobat memeriksakan kesehatan mata. 

“Intensitas kerja yang terlalu padat dan sering terkena radiasi, sejak saat itu mata saya tidak dapat melihat dengan jelas dan akhirnya saya berhenti bekerja. Berobat rutin, dan alhamdulillah mendingan, meski kadang suka kambuh” ujarnya, Rabu (13/10/2021). 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anaknya, Isna menjadi asisten rumah tangga. Selain itu, Isna juga mengajar mengaji anak-anak di sekitar rumahnya di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. 

“Kalau penglihatan saya sedang tidak jelas, Syifa bantu melihat dan membacakan huruf-huruf Al-Qur’an,” jelasnya. 

Isna berharap, anaknya dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Sehingga keinginannya untuk menjadi dokter bisa terwujud. “Kenapa ingin jadi dokter? Alasannya biar bisa mengobati ibu dan orang-orang sakit. Sebagai orang tua, saya hanya bisa mendukung,” jelas Ibu satu anak itu.

Syifa adalah yatim. Tiga bulan lalu, sang ayah wafat. Saat ini, Syifa duduk di kelas 5 sekolah dasar dan tinggal berdua bersama ibunya. Mendukung Syifa mewujudkan impiannya, Global Zakat-ACT memberikan bantuan bea pendidikan.[]