Zakat Fitrah Masyarakat Indonesia Hadirkan Sukacita di Ghana

Zakat fitrah para dermawan Indonesia sampai ke Kota Kumasi, Ghana menjelang. Puluhan warga sejahtera menjadi penerima zakat para dermawan, terutama mengingat dampak Covid-19 bagi perekonomian di Ghana.

warga ghana terima zakat
Kegembiraan warga Kota Kumasi ketika menerima paket dari zakat fitrah masyarakat Indonesia (ACTNews)

ACTNews, KUMASI – Menjelang Idulfitri, suasana sukacita memenuhi sebuah bangunan di Kota Kumasi, Ghana. Berbondong-bondong para ibu dengan jilbab berwarna-warni menyambangi tengah lapangan bangunan itu. Dengan tertib mereka menerima paket yang telah disediakan para relawan di tengah lapangan, membuat senyum merekah di wajah mereka.

Paket tersebut adalah amanah dari para dermawan Indonesia yang ditunaikan oleh Aksi Cepat Tanggap pada lebaran pada Ramadan 1442 Hijriah. “Distribusi berlangsung selama tiga hari pada 10-12 Mei lalu. Puluhan warga prasejahtera di Kota Kumasi menjadi target penerima zakat fitrah ini,” kata Amir Firdausi dari Tim Global Humanity Response (Aksi Cepat Tanggap, Rabu (12/5/2021) lalu.

Amir menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini,  zakat para dermawan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat Kumasi di Hari Raya Idulfitri.


Di tengah dunia yang sedang melawan Covid-19, Ghana salah satu yang harus bertarung lebih kuat. Menurut data dari Bank Dunia, pandemi yang berkepanjangan memperburuk kemiskinan dan disparitas kondisi sosial di Ghana yang berdampak pada warga prasejahtera.

Laporan yang terbit pada Maret 2021 itu juga menyebut, pasar tenaga kerja Ghana juga terpukul parah oleh pandemi. Menyebabkan hilangnya pekerjaan dan pendapatan yang lebih rendah. Dalam tiga bulan pertama krisis, 77% penduduk melaporkan penurunan pendapatan rumah tangga.

Ditambah lagi malnutrisi juga ikut mengancam. Sebuah berjudul Studi Cost of Hunger in Africa (COHA) di Ghana mengungkapkan bahwa negara itu kehilangan 6,4% dari produk domestik bruto (PDB) setiap tahun karena kekurangan gizi anak. Laporan tersebut menggarisbawahi pentingnya nutrisi bagi pembangunan manusia dan transformasi sosial-ekonomi nasional.[]