Zakat Fitrah Tersalurkan di Agam

Zakat fitrah dari para muzaki yang disalurkan melalui Global Zakat-ACT telah terdistribusi kepada delapan mustahik yang berhak menerima. Salah satunya ialah lansia serta warga prasejahtera yang hidup bergantung pada kedermawanan tetangga.

1
Mustahik penerima zakat fitrah dari Global Zakat-ACT (ACTNews)

ACTNews, AGAM — Setelah puasa, kewajiban rukun Islam yang harus ditunaikan ialah zakat, baik zakat mal maupun fitrah. Zakat ini menjadi penyempurna dalam ibadah. Mengenai zakat fitrah, harus ditunaikan saat Ramadan sebagai pembersih jiwa. Lalu, zakat diberikan kepada delapan golongan yang berhak atau biasa disebut mustahik.

Selama Ramadan, Global Zakat-ACT menerima penyaluran zakat fitrah dari orang yang wajib membayarnya, atau muzaki. Zakat ini pun tersalurkan di momen Ramadan kepada lansia hingga warga prasejahtera. Seperti pada Rabu (12/5/2021), zakat fitrah diserahkan ke mustahik di Nagari Balingka, Jorong Pahambatan, Kabupaten Agam.

Deni Marlesi, Kepala Cabang Global Zakat-ACT Bukittinggi mengatakan, fitrah dari para muzaki diserahkan kepada delapan mustahik yang sudah termaktub dalam aturan Islam. Untuk wilayah Agam, zakat fitrah didistribusikan kepada lansia prasejahtera yang sudah sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Janda dan lansia prasejahtera merupakan salah satu dari delapan golongan yang berhak menerima zakat. Mustahik ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, di mana hanya mengharapkan kedermawanan dari tetangga, anak, dan masyarakat, karena fisiknya sudah renta dan tidak bisa bekerja,” jelas Deni, Senin (17/5/2021). 

Selain di Agam, Deni melanjutkan, zakat fitrah juga terdistribusi kepada mustahik di wilayah Bukittinggi. Total ada ratusan penerima yang masing-masing mendapatkan paket beras zakat. “Menjelang hari raya memang waktu yang ditunggu bagi mereka untuk bisa makan enak, beras ada dan uang untuk membeli lauk pauk juga tersedia," katanya. 

Di wilayah lain, Global Zakat-ACT juga mendistribusikan zakat fitrah ke wilayah Kota Tangerang Selatan, Pangkep, Tasikmalaya, Sukabumi, Cirebon, Kota Pangkalpinang, Kuningan, Pekalongan, Madiun, Bandung Barat, Purwokerto, Makassar, dan Palu. Di samping itu, selama Ramadan, paket pangan lewat berbagai program dan bantuan biaya hidup untuk guru dan dai tersalurkan.[]