Zakat Masyarakat Penuhi Pangan Penyintas Bencana dan Konflik

Global Zakat - ACT senantiasa menyalurkan zakat mal masyarakat Indonesia untuk saudara sebangsa. Peruntukannya pun beragam, mulai dari biaya hidup bagi guru prasejahtera sampai ribuan makanan siap santap untuk para penyintas bencana alam dan konflik. kemanusiaan.

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe berbaris di depan Humanity Food Truck. (ACTNews)

ACTNews, LHOKSEUMAWE, LUWU UTARA – Terhitung, sudah satu bulan salah satu armada terbaik Global Zakat - ACT, Humanity Food Truck, bertugas di Lhokseumawe untuk mendampingi penyintas konflik kemanusiaan Rohingya yang terdampar di sana. Memenuhi fungsinya, sejak 2 Juli-3 Agustus lalu, truk berdapur itu telah menyajikan hampir 14 ribu paket makanan siap santap yang didistribusikan bagi pengungsi Rohingya, masyarakat prasejahtera, relawan serta tim yang bertugas di Lhokseumawe dari berbagai lembaga kemanusiaan dan pemerintah.

Relawan yang terlibat dalam penyajian hidangan terbaik itu pun jumlahnya mencapai 30 orang. Beberapa di antaranya berasal dari Jakarta dan datang langsung ke Lhokseumawe untuk menyajikan makanan lezat dan bergizi.

Setiap hari, puluhan kilogram bahan pangan diolah menjadi hidangan nikmat penuh gizi. Ryan Andriana Rachman, Koordinator Humanity Food Truck, mengatakan, pendistribusian hidangan Humanity Food Truck didukung penuh oleh zakat masyarakat yang disalurkan melalui Global Zakat - ACT. Makanan yang tersaji selalu memenuhi standar gizi melalui nasi, oalahan daging, hingga sayur. “Makanan siap saji dari Humanity Food Truck didistribusikan secara gratis ke masyarakat prasejahtera hingga warga terdampak bencana,” jelas Ryan.

Hingga saat ini, Global Zakat - ACT telah menghadirkan empat armada Humanity Food Truck di tengah masyarakat. Di akhir Agustus ini, ada dua truk yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, satu untuk pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, dan satu lagi berada di Masamba, Luwu Utara sejak awal Agustus untuk membantu korban banjir bandang.

Di Masamba sendiri, terhitung sejak 3-20 Agustus, telah tersaji 7.200 makanan siap santap untuk relawan dan penyintas bencana. Tim koki yang memasak pun didatangkan langsung dari Jakarta dan melibatkan relawan lokal. Dalam rentan waktu kurang dari 20 hari, Humanity Food Truck di Masamba melibatkan 111 relawan dari Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

“Sampai sekarang, di Masamba, masih banyak pengungsi. Mereka ini lah yang menjadi target utama penerima manfaatkan makanan siap santap dari Humanity Food Truck,” jelas Ardian Kurniawan Santoso dari Tim Masyarakat Relawan Indonesia Kabupaten Semarang, yang ditugaskan menyupiri Humanity Food Truck, Sabtu (22/8).

Hadirnya ribuan porsi makanan siap santap dari Humanity Food Truck merupakan sebagian kecil dari begitu luasnya manfaat zakat masyarakat untuk membantu sesama. Global Zakat - ACT pun membuka kesempatan bagi setiap orang untuk berzakat setiap saat. Hal tersebut karena berzakat tidak hanya ketika Ramadan hingga menjelang Idulfitri saja, tetapi bisa setiap saat dengan zakat mal. “Bagi yang ingin menunaikan zakat tapi masih bingung perhitungannya, laman Global Zakat menyediakan aplikasi perhitungan untuk membantu muzaki menentukan jumlah nisab dan besaran zakat yang,” ungkap Ryan Andriana Rachman, Koordinator Humanity Food Truck yang juga tim dari Global Zakat.[]