Back
logo image logo

Sisi Kemanusiaan dari Sebuah Jalan

Share :

Kisah

Sisi Kemanusiaan dari Sebuah Jalan

Semua berawal dari peristiwa Intifada Pertama di akhir 1980-an. Rasa kemanusiaan tumbuh melingkupi sekelompok warga di sudut Kota Depok. Rasa kemanusiaan itu mengalir hingga kini, dan tersemat dalam nama sebuah jalan.

20 Maret 2019

Foto : Reza Mardhani

Penulis : Reza Mardhani

Editor : Dyah Sulistyowati

Namanya Jalan Palestina, satu dari sekian banyak gang yang bermuara ke Jalan Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok. Di gang yang sekiranya hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara motor ini, tersimpan gelora kemanusiaan selama lebih dari tiga dekade lamanya, yang melatarbelakangi lahirnya nama “Jalan Palestina”.

Kami menelusuri jalan kecil tersebut, jalan yang mengarah pada pemukiman di mana warga RT 02 RW 02 tinggal. Salah satu tokoh masyarakat setempat menyapa kami; Ustaz Nuruddin. Kala itu, Rabu (14/3), sedang ada acara “Nongkrong di Palestina”, kegiatan warga setempat bersama kami, Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kisah tiga dekade lalu pun mengalun dari penuturan Ustaz Nuruddin, ketika nama Jalan Palestina dicetuskan.

“Awal cerita itu semua karena pembombardiran kepada Palestina oleh Israel,” kenang Ustaz Nuruddin, mengacu pada peristiwa Intifada Pertama yang mencuat pada 1989-1993. Berita terkait krisis di Tepi Barat dan Gaza bahkan terdengar hingga sudut kecil Kota Depok tersebut.

Pada era itu, remaja di wilayah Pangkalan Jati cukup senang membaca koran. Banyak pemuda yang bekerja sebagai loper koran, sementara jumlah pedagang koran juga menjamur. Dari koran-koran itulah mereka mengikuti kabar terbaru mengenai Palestina sekaligus membangun kepedulian masyarakat mereka

"Pencetusnya itu ada satu figur, yaitu bapak Ahmad Maulana yang dulu Ketua RW di sini. Beliau bersama rekan-rekan kampus UPN yang mencetuskan nama Jalan Palestina itu sendiri,” terang Ustadz Nuruddin, menceritakan kejadian yang terjadi pada sekitar akhir 1980-an tersebut. "

Saat itu memang warga tengah mencari nama gang kecil tersebut. Berdasar penuturan Ustaz Nuruddin, gang tersebut tadinya berdiri di atas tanah milik almarhum kakek sang ustaz. Tanah tersebut lantas diwakafkan menjadi jalan umum oleh almarhum kakek Ustaz Nuruddin

Pada akhirnya tercapai kesepakatan dengan warga untuk memberi nama jalan tersebut dengan nama Jalan Palestina. Menurut Ustaz Nuruddin, hal tersebut tidak lain karena kepedulian dan kecintaan masyarakat Pangkalan Jati kepada negara Palestina. Kecintaan terhadap Palestina tersebut juga membuat warga turut menamai sebuah lapangan tak jauh dari Jalan Palestina, yakni Lapangan Gaza.

Bukan sekadar mural

Awal Maret lalu, segenap pemuda karang taruna setempat begitu antusias menyambut ide ACT terkait pelukisan mural di dinding Jalan Palestina. “Mural ini dapat terus mengingatkan bahwa saudara-saudara kita di Palestina sana,” kata Ahmad, Ketua Karang Taruna RT 2 RW 2.

Pemuda Jalan Palestina membantu proses pelukisan mural yang dilakukan oleh Fachriza. Sang muralis mengaku, semangat para pemuda setempat dan niat kuat untuk membantu saudara-saudara di Palestina turut menjalar ke dirinya.

Riza, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa membutuhkan tenaga ekstra dalam menggambar mural ini. Dalam seminggu, setiap hari ia mengerjakan dari pagi hingga dini hari keesokan harinya, sekitar pukul 04:00 WIB. Setelah salat Subuh, baru ia akan pulang untuk kembali mengerjakannya sekitar pukul 09:00 WIB.

“Saya biasa kerja di mural, kerja sampai pagi. Dua hari saja saya sudah tepar. Pengerjaan ini hampir seminggu, ya, Alhamdulillah, aneh. Mungkin karena hati nurani yang dalam, ya. Ini bukan sekadar mural menurut saya, tapi ini sebuah doa untuk saudara kita di Palestina. Ini bukan karya saya pribadi, tapi ini karya umat Islam,” kata pria berambut gimbal ini.

Terkait konsep mural tersebut, Riza mengaku mengangkat tema perjuangan masyarakat Palestina. Sehingga, mural dapat menginspirasi masyarakat agar peduli dan lebih semangat lagi untuk membela Palestina

“Saya mencoba mencari image-image, tidak ke arah yang sedih, tetapi lebih ke arah semangat,” tutur Riza

Ustaz Nuruddin turut mengapresiasi mural yang dilukis oleh Riza. Menurutnya, mural tersebut memberikan pesan kepada khalayak bagaimana dukungan kepada Palestina dapat dilakukan dengan cara kreatif, selain dalam bentuk doa, tenaga, dan materi. Demikian halnya dengan apresiasi dari Lurah Pangkalan Jati, Tarmidzi

“Alhamdulillah, jadi Jalan Palestina ini menjadi inspirasi mereka sehingga ada kegiatan mural tersebut, yang isinya mengajak kita sesama umat Islam untuk mempunyai rasa kepedulian kepada sesama saudara kita. Untuk merasakan penderitaan saudara kita yang ada di Palestina,” ujar Tarmidzi.

Jalan Palestina kini menjadi pengingat warga RT 02 RW 02 Kelurahan Pangkalan Jati tentang kepedulian tak berujung atas sebuah bangsa yang terzalimi: Palestina.