Indonesia Dermawan

Mengapa Indonesia ? Dan mengapa Dermawan ? Indonesia, adalah semesta yang menjadi domain ajakan bangsa ini. Dan Dermawan, menjadi pilihan aksi, solusi kemanusiaan untuk semua masalah kemanusiaan.

Indonesia Dermawan' photo
Image Iqbal Setyarso
Vice President ACT

Belakangan ini terasa kian relevan membunyikan “Indonesia Dermawan”. Terdengar nyaring dalam batin saya. Indonesia Dermawan terasa harus menjadi tema penting yang disegarkan. Ibadah menjadi kewajiban seorang hamba, meski ditekankan hal itu bersifat hubungan vertikal (seperti salat, puasa, haji, dan semacamnya). Ini sama pentingnya dengan ibadah sebagai hubungan horizontal. Hubungan antarmanusia dikatakan sebagai ibadah sosial (dalam sudut pandang yang serupa, orang menyebutnya “kesalehan sosial”). 

Disebutkan bahwa Alquran menggunakan kata إِحْسَانًا (husn) sebanyak enam kali, lima di antaranya dalam konteks berbakti kepada orangtua. Kata husn mencakup segala sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan. Hasanah digunakan untuk menggambarkan apa yang menggembirakan manusia karena perolehan nikmat, menyangkut diri, jasmani, dan keadaannya. Dalam Alquran, terdapat banyak sekali ayat yang mengatur umat muslim untuk selalu melakukan kebaikan pada orang lain. Di antaranya, QS. An-Nisa’: 36.

 وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا  

(wa’buduuLlaha wala tusyrikuu bihi syaiaa wabil waalidaini ikhsaana wadziinil qurbaa wal yataamaa wal masaakiini wal jaaridziil qurbaa wal jaaril junubi washshakhibi biljanbi wabnissaabiili wama malakat aimaa aimanukum  innalLaha la yukhibbu mankaana mukhtalan fakhuuran). 

Maksud  وَاعْبُدُوا اللَّهَ   (sembahlah Allah), dimaknai: sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Kata tersebut juga dimaknai: janganlah (kamu) memasuki wilayah ibadah kecuali dengan mengikuti aturan Allah. 

Dapatlah dimaklumkan, bagi Allah, betapa berartinya kesungguhan seorang hamba memperhatikan, menolong, berbuat untuk saudaranya. Dengan demikian, ibadah tidaklah terbatas pada ritual seperti salat, puasa, zakat, dan haji. Ibadah sama pentingnya mengagendakan hidup seseorang untuk kesalehan sosialnya.

Secara total, bagi seorang hamba, ibadah dipahami sebagai ketundukannya kepada perintah  Tuhannya, dan itu memahaminya tidak hanya bersifat syiar. Itu dipahami sebagai ekspresi loyalitas ketaatan yang berkesinambungan kepada Allah. Untuk itu, seharusnya ia memperoleh suntikan semangat dalam menghadapi problematika hidup. Seorang hamba secara simultan menerimanya sebagai domain ibadah, baik yang vertikal maupun horizontal. Pembahasan ini hendak menegaskan, membaur dalam masyarakat adalah ibadah, bahkan makna sejati ibadah mencakup aspek memakmurkan bumi.

َلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئً  

(dan janganlah menyekutukan-Nya)  setelah perkara ibadah diperbincangkan di awal, Allah

mengalihkan perhatian kepada suatu perkara yang selalu harus dicermati dalam setiap tindakan, yaitu bertindak dalam koridor aturannya dan tidak menyekutukannya. Sebab, syirik dapat merusak eksistensi manusia. Ketika melaksanakan sesuatu, niatkanlah demi Allah dan janganlah sekalipun berbuat selain demi diri-Nya.

Individu perilaku syirik yang amat merusak eksistensi manusia, lebih khusus lagi merusak kemanusiaan secara umum, adalah sifat pelit, hal yang juga ada di area yang dimusuhi Allah. Begitu akrabnya syirik dan pelit, sehingga sama-sama ada dalam domain melawan Allah. Keduanya, menjauhkan dari rasa kemanusiaan. 

Di sinilah terasa, begitu berat beban memperjuangkan eksistensi kemanusiaan dan berlikunya ikhtiar memapar umat sejagat untuk tetap menguatkan rasa kemanusiaan. Bagi masyarakat filantropis, menjaga eksistensi rasa kemanusiaan itu tujuan akhir dan harus dipulangkan pada faktor “kenapa”-nya. Sama seriusnya dengan ikhtiar menguraikan dasar mengapa muncul syirik, seserius mengungkap mengapa seseorang pelit. 

Maka dua kata yang menjadi judul tulisan ini, Indonesia Dermawan, jadi pantas dipaparkan kembali. Mengapa Indonesia ? Dan mengapa Dermawan ? Indonesia, adalah semesta yang menjadi domain ajakan bangsa ini. Dan Dermawan, menjadi pilihan aksi, solusi kemanusiaan untuk semua masalah kemanusiaan. 

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan