Kekeringan Mematikan

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara mengalami kekeringan ekstrem. Begitu pula laporan mancanegara, yang menyebutkan sedikitnya 17 negara, seperti India, Iran, Botswana dan lainnya, terancam krisis air.

Kekeringan Mematikan' photo
Image Iqbal Setyarso
Vice President ACT

Berada di tengah komunitas yang menjadikan filantropi sebagai azamnya, tentu menjadikan setiap insan di dalamnya merasa terpanggil. Berkecimpung di dunia filantropi bukan pekerjaan biasa, sebagaimana dipikirkan orang-orang. Ada panggilan langit di dalamnya, apa yang disebut sebagai rasa kemanusiaan.


Skala bencana kekeringan mungkin tidak heroik, berbeda dengan efek dahsyat yang diakibatkan bencana lainnya seperti gempa bumi atau tsunami. Tapi kami tegas katakan, kekeringan itu mematikan! Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara mengalami kekeringan ekstrem. Begitu pula laporan mancanegara, yang menyebutkan sedikitnya 17 negara, seperti India, Iran, Botswana dan lainnya, terancam krisis air. Ibu kota Rusia, Moskow, dan ibu kota Cina, Beijing, juga digolongkan dalam tekanan ketersediaan air ekstrem, sekalipun kedua negara itu tak termasuk golongan tersebut. Anggota tim peneliti, Rutger Hofste menyatakan adanya kejutan di Eropa Selatan di mana turisme menyebabkan tekanan terhadap persediaan air pada musim panas. Lebih dari 20 wilayah di Italia termasuk dalam tekanan air ekstrem. Hal sama juga terjadi pada 27 dari 81 provinsi di Turki.


Di antara sebab beragam kejadian di dunia, taubat dan istighfar menjadi sebab tertolaknya bala dan malapetaka di tengah umat manusia. Memang, ada banyak alasan sehingga semua orang berkutat pada ikhtiar menyiasati krisis. Disebutkan, penduduk di 400 wilayah di dunia hidup dalam kondisi kekurangan air yang ekstrem (menurut penelitian dari World Resources Institute/WRI, sebuah lembaga riset yang berkantor di Washington DC). Kelangkaan air ini dikhawatirkan akan membuat jutaan orang terpaksa mengungsi dan menjadi faktor penyebab bagi konflik dan ketidakstabilan politik.


Hadis dari Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasaí, Ibnu Majah, dan Al-Hakim – dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahuánhuma, ia berkata, Rasulallah Shallahu ‘alaihi wal sallam bersabda, “Barang siapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan