Kepedulian Melintas Batas Bangsa dan Negara

ACT tidak pernah main-main untuk kemanusiaan, di negeri sendiri atau mancanegara. Kehormatan seseorang, ambyar termasuk saat keliru menuduh ACT salah bantu.

Kepedulian Melintas Batas Bangsa dan Negara' photo
Image Iqbal Setyarso
Direktur ACT

Pada 3 Maret 2020, ACT mengirim bantuan untuk rakyat India. Bukan bersebab bencana alam, tetapi karena terjadi persekusi atas muslim. Sebagai bangsa besar, apalagi krisis kemanusiaan ini sangat mengusik bagi masyarakat Indonesia. Maka ACT pun tak mungkin berpangku tangan. 

ACT menegakkan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Azas itu yang melandasi kerja sama antarbangsa, seperti saat Indonesia mengirim bantuan untuk bangsa asing lainnya. ACT juga meneladani kedermawanan Indonesia, untuk membantu bangsa-bangsa lain yang dipagut nestapa konflik atau bencana). Diplomat yang bertugas memfasilitasi ikhtiar kemanusiaan niscaya paham azas yang melandasi kerja-kerja ACT.   

Judul besar yang memaksa ACT bersikap, tuduhan tendensius atas bantuan kemanusiaan untuk India. Dalam waktu hampir bersamaan, ACT juga dinyatakan sebagai lembaga non-pemerintah global terfavorit, oleh Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), penghargaan itu diterima Presiden ACT Ibnu Khajar pada 7 Maret 2020 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Ibnu Khajar mengucapkan terima kasih kepada Ikadi atas penghargaan itu. “Penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meluaskan kebaikan secara global,” ungkapnya.

Grand Ikadi Award 2020 merupakan penghargaan dari Ikadi kepada berbagai tokoh dan lembaga yang selama ini mendukung perjuangan dakwah. Ikadi menempatkan ACT bersama 11 lembaga lain yang bergerak di berbagai bidang yang mendukung perjuangan dakwah. Dalam sambutannya saat menerima penghargaan, Ibnu menjelaskan bahwa ACT telah meluaskan kebaikan, tak hanya di dalam negeri, tapi juga hingga luar negeri, khususnya negara yang sedang dirundung konflik.

Achmad Satori Ismail, Ketua Umum Ikadi mengungkapkan, ACT merupakan salah satu NGO yang konsisten dalam urusan kemanusiaan. Luasnya jangkauan aksi hingga keluar negeri membuat ACT terpilih sebagai lembaga non-pemerintah global terfavorit yang mendukung dakwah. “Ikadi akan terus mendukung aksi kebaikan ACT dan akan terus berkolaborasi dalam kebaikan,” kata Achmad. Acara itu dihadiri sejumlah pejabat serta figur publik. Hadir di antaranya Dedeh Rosidah Syarifudin (Mamah Dedeh) dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Hidayat Nur Wahid. 

Kembali soal bantuan untuk Muslim India. Apa yang salah dari pemberian bantuan itu? Apakah yang dilakukan penggugat dengan mempertanyakan itu? Apakah yang dilakukannya selama ini untuk saudaranya (Muslim) India? Apakah ia juga mempertanyakan bantuan untuk Palestina (negeri satu-satunya yang masih dijajah bangsa lain)? Apakah ia juga menggugat bantuan untuk korban banjir di Tanah Air (seperti yang dilakukan ACT untuk korban banjir bandang di Lebak-Banten, di Bogor, atau di Jakarta, dan banyak lagi? 

Menggugat ACT sama dengan pelecehan pihak-pihak yang selama ini menghargai ACT karena konsistensinya. ACT tidak pernah main-main untuk kemanusiaan, di negeri sendiri atau mancanegara. Kehormatan seseorang, ambyar termasuk saat keliru menuduh ACT salah bantu. ACT juga menyertakan tim untuk kiriman yang diberikan. Memastikan, kiriman betul-betul bantuan kemanusiaan bukan senjata. Yang melintasi negeri, termasuk ke Palestina dan Suriah, bantuan kemanusiaan (medis, bahan bakar untuk listrik, kursi roda untuk penyandang disabilitas, ambulans, biaya operasional layanan klinik, mesin pompa air, dan lain-lain). Ke lokasi-lokasi itu, domestik maupun mancanegara, selalu kami sertakan  berita tulis dan videonya sebagai laporan ke publik.


Untuk itulah tim pendamping menyertai pendistribusian bantuan, salah satunya ke India. ACT turut mempublikasikan  audit finansial dan audit program untuk dikaji dan dieksplorasi. Meski demikian, sikap asal tuduh harus dipertanggungjawabkan. Mengantar bantuan kemanusiaan untuk wilayah konflik, jelas bukan “aksi-aksian” belaka. Misi kemanusiaan untuk India, seperti juga untuk Palestina, Suriah, jelas melibatkan kesungguhan dan tekad menunaikannya. Ada konsekuensi dari kelakuan asal tuduh yang dialamatkan kepada ACT. Sejumlah diplomat menjadi saksi, bantuan yang disalurkan tidak diselewengkan. Katakanlah seorang bernama Denny Zulfikar Siregar, sedikitnya telah menulis empat buku ( Tuhan Dalam Secangkir Kopi, Semua Melawan Ahok, Bukan Manusia Angka, dan Jokowi, The Art of War), mengklaim bahwa honornya lebih besar dari gaji seorang komisaris, dan profesi lainnya. Saya bersyukur dengan kenyataan itu. Kalau memang keberlimpahannya disyukuri, kami pun akan mendoakan anda, masyarakat kemanusiaan Indonesia dan dunia, semoga anda menjadi dermawan, daripada salah tuduh. Lebih mulia melakukan sebaliknya, membalik fakta bantuan kemanusiaan tidak sebagaimana harusnya, bisa memicu ketidaksukaan terutama para dermawan. 

Hastag #IndonesiaDermawan, cara kami transparan dalam menyampaikan bantuan dan transparan menerima bantuan. Kami hanya wasilah kebaikan anda, dengan tuduhan miring itu, semoga menjadi amunisi kami untuk terus menolong umat manusia dan menepis kezaliman.

Bagikan