Kurban Era Pandemi dan Masa Depan Kita

Mudah, luas, masif, memberdayakan. Itu tagline Global Qurban - ACT. Tagline yang menantang, mengapa? Pertama, kondisi global yang cukup stagnan menghadirkan ikhtiar yang tidak kalah menantang, yakni mendorong filantropi kurban. Bagi insan beriman, tak ada kata akhir dalam kebaikan, termasuk dalam mengajak menunaikan kurban.

Kurban Era Pandemi dan Masa Depan Kita' photo
Image Iqbal Setyarso
Direktur ACT

Apa yang membuat kita bangga sebagai bangsa? Mungkin hal yang lama disyukuri bangsa Indonesia, bangsa ini besar. Besar dari jumlah pulaunya, dari luas wilayahnya, kemudian perlahan menjadi bangsa dengan jumlah penduduk yang juga besar. Karenanya, dengan perasaan dan kesadaran dengan kebesaran itulah kita memantaskan diri. 

Dengan keyakinan itu, lembaga ini pun tumbuh menjadi besar, insyaallah setiap orang di lembaga ini berpikir besar. Terima kasih, kami dipimpin sosok yang membawa lembaga ini pun berpikir besar, berkarya besar, dan berkeyakinan besar. Bertolak dari itu semua, lembaga ini menelurkan gagasan besar dan strategi besar. 

ACT, satu di antara lembaga yang berikhtiar besar atas orang kecil, orang-orang terabaikan, dan yang mungkin tak terpetakan dalam standar hidup manusia kebanyakan. Misalnya saja, sebagian warga negara yang terombang-ambing nasibnya, atau warga yang didaulat sebagai stateless people. Mereka menjadi prioritas utama perhatian lembaga ini.  

Mudah, luas, masif, memberdayakan. Itu tagline Global Qurban - ACT. Tagline yang menantang, mengapa? Pertama, kondisi global yang cukup stagnan menghadirkan ikhtiar yang tidak kalah menantang, yakni mendorong filantropi kurban. Bagi insan beriman, tak ada kata akhir dalam kebaikan, termasuk dalam mengajak menunaikan kurban. 

Untuk mendorong filantropi dan meluaskan jangkauan kurban, Global Qurban - ACT, memaksimalkan empat tahapan. Pertama tentang pengadaan, baik secara langsung (melibatkan peternak/penyedia hewan kurban) maupun tak langsung (melibatkan pelapak). Kedua, kampanye tentang bagaimana mengemas produk dan membangun narasi. Ketiga, yakni distribusi. Lembaga akan mengandalkan pelapak dan ini akan dikampanyekan di website Global Qurban. Keempat adalah penerima manfaat. 

Keempat hal itu memiliki bobot penanganan sama-sama pelik menantang. Publik melihat ada ranah yang relatif baru. Dibanding strategi implementasi tahun-tahun sebelumnya, pelibatan agen menjadi penting. Melibatkan sekitar 100 ribu agen, Global Qurban - ACT berharap dapat meraih tak kurang dari 30 ribu setara sapi (210 ribu setara kambing). Inilah optimisme kami, yakni menjadikan pencapaian sebagai solusi bersama dan mengajak pekurban juga terlibat mengatasi dampak Covid-19. Setidaknya, meski bukan tanggung jawab lembaga ini secara khusus, program ini berkorelasi langsung dengan ikhtiar mengatasi dampak Covid-19 yang mengglobal. Paling tidak, kepada Allah kita bersama-sama bisa mengatakan bahwa kita telah menolong saudara sesama yang terdampak pandemi ini. 

Tak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 berakhir, sementara vaksin untuk pandemi tersebut sedang diikhtiarkan. Kita bisa belakangkan soal itu, yang kita hiraukan bagaimana masa depan orang-orang saleh yang berkurban dan mengimani kurban meski secara keuangan belum mampu berkurban. Kami optimis, dengan kesalehan para pekurban dan yang mengimani ibadah kurban. Dengan sebaran daging kurban untuk penerima manfaat yang tersebar luas itu, menjadikan kurbannya disantap dengan kesyukuran, terlebih dalam keterbatasan ekonomi mereka. Insyaallah, Allah terima ibadah kurbannya. 

Semoga penerimaan yang tulus dari penerima manfaat mencerminkan masa depan kita dan negeri kita. Semua ikhtiar Global Qurban - ACT dan masyarakat bangsa ini semoga merefleksikan masa dapan negeri kita. Semoga lembaga ini semoga dicatat Allah sebagai golongan orang-orang saleh, yang tak letih berbuat kebaikan, kapan saja, dan di mana saja.