Logika Filantropi

Dermawan Mindset, Dermawan Habit, dan Dermawan Effect, membentuk logika filantropi.

Logika Filantropi' photo
Image Hafit Timoer Mas'ud
Vice President ACT

Konsisten, itu yang hendak diungkap artikel ini. Mengedukasi khalayak dermawan menuntut konsistensi agar dapat menyentuh batin dan memasuki bilik perasaan masyarakat sasaran. Ya, berfilantropi adalah sebuah area yang sepenuhnya penyadaran dari hal-hal yang dirasa tidak rasional.

Ada banyak alasan sehingga soal perasaan ini menjadi dominan. Dalam bagan filantropi yang saya ketengahkan, tiga hal ini penting ditilik: Dermawan Mindset, Dermawan Habit, dan Dermawan Effect. Ketiganya menjadi rangkaian yang dibedah dalam topik filantropi ini (tema Dermawan dirilis ACT saat Ramadan 1440 Hijriyah lalu dengan tagline “Marhaban Yaa Dermawan”).

Dermawan Mindset. Ini untuk mengatakan, starting point dalam memapar penyadaran filantropi, penting mengedukasi masyarakat untuk memiliki pola pikir Dermawan. Sering saya katakan, tidak ada orang yang keberatan (apalagi marah) lantaran disebut Dermawan. Kalau ikhtiar edukasi ini masuk dengan sapaan verbal (bahkan visual), insyaallah ini menaikkan kelas masyarakat sasaran untuk memiliki Dermawan Habit

Apa itu Dermawan Habit? Dermawan Habit merupakan spontanitas respon yang dimiliki seseorang yang batinnya telah terpapar edukasi kedermawanan. Dermawan habit ini membangun kesiapan seseorang untuk memasuki ekspresi kedermawanannya. Dengan realitas tertentu, kedermawanan yang tumbuh dalam dirinya, siap ditunjukkan. 

Bagaimana itu terjadi? Dermawan Effect menjadi kelanjutannya. Seseorang yang telah memiliki Dermawan Habit siap menunjukkan dampak pemahaman yang dimilikinya. Ekspresi Dermawan Effect menunjukkan kebaikan seseorang sebagai muslim. Misalnya, dengan harta, ia bisa unjuk kedermawanan (sebagai hal yang tangible). Sabda Nabi Muhammad tentang kedermawanan, juga tidak sepele. Sahabat Anas bin Malik ra mengatakan, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tetumbuhan kemudian burung, manusia, dan hewan ternak memakan buah-buahan dari pohon yang dia tanam kecuali hal tersebut terhitung sedekah baginya” (HR. Bukhari). Dalam riwayat Imam Muslim terdapat pula kalimat, “dan buah-buahan yang dicuri dari pohon tersebut, maka hal itu adalah sedekah baginya” dan ada tambahan “maka hal tersebut adalah sedekah baginya sampai hari kiamat” (HR Muslim).

Islam menerangkan, aktivitas menanam (pohon) pun, perbuatan sedekah yang terpuji dan pelakunya memperoleh ganjaran dari Allah. Betapa luas kasih sayang Allah, tidak membatasi muslimin yang berbuat baik kepada sesama muslim saja. Kita juga diperintahkan berbuat baik kepada seluruh manusia bahkan seluruh makhluk hidup. Dermawan Effect sangat luas sebarannya. Imam Bukhari dan Muslim, meriwayatkan hadist dari Anas bin Malik, Rasulullah pernah bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia ataupun binatang ternak, melainkan hal itu sudah termasuk sedekah darinya.”

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan