Patungan Donasi

Bederma bersama, atau dalam tradisi Indonesia disebut "patungan", mampu meluaskan kebaikan untuk umat.

Patungan Donasi' photo
Image Iqbal Setyarso
Vice President ACT

Berfilantropi, bederma, bisa dilakukan secara patungan. Ya, ini bentuk ikhtiar yang dikreasi lembaga Global Islamic Philanthropy (GIP). Alasannya, itu sebagai motif yang menggairahkan semangat bederma, agar menjadi kebiasaan dan menjadi aktivitas yang mudah dilakukan siapapun. Azas ini menjadi mengemuka, lantaran gairah ini lahir karena distimulasi program filantropi yang makin beragam. Keragaman ini dibuat untuk menstimulasi partisipasi yang lebih luas. Program-program filantropi dirancang sedemikian rupa sehingga memancing keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Lembaga pegiat filantropi terdorong kreativitasnya, dan dermawan terdorong berfilantropi. “Orang tidak kunjung tergerak, nimbrung ke program yang kita kreasi, bisa jadi karena mereka tidak tahu. Untuk hal baik, jangan sampai orang sampai tidak tahu,” kata Ahyudin, Pimpinan GIP.

Sebagai lembaga filantropi, GIP telah berikhtiar sedemikian rupa mengubah kecenderungan bederma. Kalau lah ini bisa ditransformasi menjadi kebiasaan baik sebuah bangsa, tentu berdampak besar bagi bangsa ini. Bayangkan kalau sebuah bangsa secara umum menjadikan kebiasaan berbuat baik sebagai perilaku pada umumnya bangsa, terlebih untuk bangsa dengan jumlah penduduk sangat banyak seperti Indonesia. Dengan luas dan keragamannya yang sangat kompleks, kemanfaatan menjadi efek multiplier.

Tiga alasan menguatkan tentang ini. Pertama, mudahkan melakukan kebaikan. Kedua, kebiasaan yang ada sudah menjadi gaya hidup. Ketiga, patungan dalam tradisi bangsa ini (pada umumnya) sudah menjadi kebiasaan, hal yang kerap disebut “sangat Indonesia”. Karena kompleksitasnya, ada problematika dan solusi yang hadir mewarnai bangsa. 

Program-program filantropi yang sedang digaungkan Tim GIP, merespons kehendak filantropi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah Sumur Wakaf. Dengan cara patungan untuk sekitar 2.000 unit, Sumur Wakaf diharapkan mampu melayani masjid, sekolah, atau pesantren. Selain itu, ada Ritel Wakaf, yang dengan cara patungan modal usaha, diharapkan akan melibatkan 12 karyawan, melayani yatim-piatu, janda tua prasejahtera, dan 25 kepala keluarga pemegang wakaf card. Lalu ada pula Lumbung Ternak Wakaf (LTW), yang diharapkan bisa mengembangbiakkan 100 ribu ekor setara kambing dengan cara patungan Lumbung Ternak Wakaf Obyek. Selain menyiapkan layanan untuk kurban tahun depan, LTW juga menyediakan kebutuhan para pengelola di LTW itu dan melayani pemegang wakaf card

Program yang menggugah semangat filantropi adalah zakat. Dalam praktiknya, program zakat diimplementasikan antara dalam program Humanity Food Truck. GIP berikhtiar secara patungan menyiapkan Sedekah Makan, mengajak demawan menyiapkan 100 ribu paket makanan/bulan). 

Sementara itu, menjadi isu penting yang menyentuh nurani, muslim yang menyadari aktivitas dakwah Dai Tepian Negeri. Untuk itu, diharapkan bisa terhimpun 500 Dai Tepian Negeri. Dengan metode patungan, ikhtiar penyiapan dai ini juga digalang. Terkait aktivitas edukasi serupa, terasa kebutuhan tenaga guru. Diestimasi, akan sangat membantu jika tersedia 1.000 orang guru, khususnya tenaga honorer lewat program beaguru (secara patungan, masyarakat bisa menyiapkannya bersama GIP, dengan imbalan yang pantas sesuai kondisi saat ini).

Variasi program filantropi mencoba menggaransi masyarakat yang tengah semangat berfilantropi, dan membuka ruang amal yang benar-benar membangkitkan spiritualitas masyarakat. GIP menginisiasi program Qurban Intensif dan Qurban Progresif. Untuk yang pertama, GIP menargetkan 1.000 orang terhimpun dalam program ini (dengan keikhlasan berkurban Rp 5 juta dalam lima tahun, Rp 10 juta dalam 10 tahun. Dengan pola patungan kurban, diharapkan secara kolektif masyarakat bukan saja melihat urgensi problem kemanusiaan yang muncul, tetapi juga ada kegairahan menolong sesama melalui program kurban. Terasa semangat ganda di dalamnya: membantu menyediakan gizi melalui distribusi daging kurban dan memberdayakan masyarakat peternak yang memelihara hewan-hewan kurban itu. Kedua, GIP menyiapkan program Qurban Progresif. Program ini menargetkan 1.000 pekurban, sehingga secara signifikan akan tergalang pekurban di awal waktu. Sekelumit gagasan penyemangat filantropi melalui program-program kreatif ini, insyaallah membuka peluang masyarakat Indonesia untuk membangun dirinya dan lingkungannya, membawa keberkahan untuk bangsa ini, dan untuk dunia, aamiin.

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan