Sedekah: Memberi dan Mengembangkan Harta Terbaik

Dengan memberikan harta terbaik, insyaallah, Allah akan mengembangkannya, sekecil apapun itu.

Sedekah: Memberi dan Mengembangkan Harta Terbaik' photo
Image Bobby Herwibowo
Dewan Syariah ACT

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 172: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.


Sesungguhnya Allah SWT ingin menjadikan derajat kita menjadi derajat yang paling baik. Juga Allah hadirkan rezeki pun untuk kita adalah rezeki yang terbaik dari yang halal, dari yang terbaik yang kita makan.


Perumpamaannya kita ini seperti seekor lebah, yang mana mereka hanya memakan dari saripati bunga. Mereka memberikan apa yang berasal dari diri mereka yang terbaik, yaitu madu. Mereka hanya memilih makanan makanan yang baik, dan hasil yang keluar pun, adalah yang terbaik.


Ini juga menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita sebaiknya hanya memakan dari harta yang halal. Karena ketika kita mencari harta yang halal, maka output-nya akan menjadi harta yang terbaik. Rasulullah SAW bersabda:


“Siapa orang yang bersedekah, meski cuma dari separuh biji kurma dari harta yang yang baik, dan Allah tidak akan menerima kecuali harta yang baik. Allah terima dengan tangan kanannya.” ini personifikasi Allah memberikan penghormatan ketika kita bersedekah dari harta yang baik.


Rasul melanjutkan, “Lalu Allah kembangkan harta sedekah dari harta yang baik itu seperti kalian mengembangkan bibit yang kalian miliki sehingga dia membesar, membesar, membesar seperti sebuah gunung.” (HR. Bukhari)


Maknanya adalah kalau kita mencari nafkah dari harta yang baik, harta yang halal, kita berinfak juga harus dengan harta yang halal. Karena bila kita berinfak dari harta yang syubhat apalagi haram, Allah SWT tidak akan menerimanya.


Namun ketika kita memberikan dari harta yang halal, Allah SWT memberikan penghormatan. Bahkan, Allah SWT akan terima harta tersebut, sebelum diterima oleh tangan orang-orang menerimanya. Lalu Allah SWT akan mengembangkan harta itu hingga sebesar gunung.


Maka rajin-rajinlah berbagi meski kita hanya memiliki rezeki yang terbatas. Namun, kalau kita memberikan dari harta yang halal Insyaallah, Allah SWT akan mengembangkannya.


Tidakkah kita sadari? Banyak orang-orang yang memberi yang terbaik dari hati mereka dapati meskipun jumlahnya amat kecil, namun Allah SWT memberikannya keberkahan yang banyak.


Harta terbaik Ahmad Dahlan

Salah satu contohnya seorang pria bernama Ahmad Dahlan. Sebelum dia membuat jamiah Muhammadiyah, dia mengajarkan secara gratis anak-anak kecil sampai orang dewasa untuk mengaji di rumahnya. Begitu sudah makin banyak orang belajar, lalu tidak tertangani, maka dia minta kepada para ustaz untuk mengajarkan.


Jika Ahmad Dahlan dan keluarganya ikhlas, bahkan tanpa mendapatkan imbalan, tidak demikian buat para ustaz yang ia mintai tolong. Tapi dia tidak punya harta untuk menggaji para ustaz itu. Lalu apa yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan?


Dia keluarkan barang-barang miliknya, yakni semua perabotnya. Mulai dari piring, gelas, sampai ranjang di rumah dia keluarkan. Beliau ketuk kentongan, untuk dia kumpulkan warga. Ketika semua warga berkumpul, mereka bertanya, “Ada apa Pak Kyai?”


Lalu Ahmad Dahlan mengatakan, “Aku ingin menjual semua perabotku agar para ustaz bisa dapat gaji,” Warga bertanya kembali, “Berapa yang diperlukan?” Lima ratus gulden, jawab Ahmad Dahlan.


Terenyuh dengan apa yang dilakukan oleh Kyai Ahmad Dahlan, orang-orang akhirnya berinfak dan terkumpul 4000 gulden saat itu juga. Lima ratus gulden diberikan kepada para ustaz sebagai gajinya, dan sisanya ia kembangkan melalui jamiah Muhammadiyah.


Hari ini, Muhammadiyah memiliki banyak rumah sakit, sekolah, kampus, dan ribuan aset yang tidak terhitung jumlahnya. Asalnya adalah sedekah dari harta terbaik milik Ahmad Dahlan, yang mana ia keluarkan semua perabot miliknya.


Lihat, itulah janji dari Rasulullah SAW. Bahwa siapa yang bersedekah dari harta yang baik, harta yang halal meski cuma sebiji kurma, akan Allah terima dengan tangan kanan, Allah kembangkan, seperti kita kembangkan bibit kita hingga sebesar gunung (HR. Bukhari). Maka mari, kita amalkan harta kita dari infak, dan berbagi dengan harta yang terbaik. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan